![]() |
Sekumpulan Puisi Karya Maria Goreti Ganul |
Hari itu telah berlalu
Tapi perjuanganmu masih berlaku
Sungguh agung perjalananmu
Sebagai wanita aku bahagia
Perjuanganmu bukan hanya untuk dikenang
Generasi mulai tumbuh hingga tak terbilang
Banyak lahir raden ajeng kartini
lanjutkan perjuangan hingga jasad menghilang
Aku yakin habis gelap terbitlah terang
Kartini-kartini muda bahagia
Meneruskan perjuangan untuk jiwa dan raga
Terima kasih Ibu Kartini
Kami hanya mampu mengucapkan Selamat hari Kartini
Bagiku engkaulah
Pejuang emansipasi wanita
Yang tidak patah semangat Melawan kondisi
Aku bangga mempunyai kartini
terbitlah terang hilangkan kegelapan
jadi waktu pergantian songsongan pun sudah terang
pahlawan wanita berbuat terang dalam kegelapan
Karena Kartini-lah Indonesia
bisa mengerti wanita
Karena Kartini-lah
Bangsa Indonesia bangkit memperjuangkan emansipasi
Jadilah Kartini masa kini
Untuk mencetak generasi unggul
Berbudi pekerti, serta
Berjiwa literasi
Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April.
Tanggal peringatan tersebut diambil dari tanggal lahir RA Kartini sebagai cara mengenang perjuangan beliau menyetarakan status wanita melalui pendidikan di Indonesia.
Guru
Tugas guru sangat mulia
engkau pahlawan tanpa jasa
sabar dalam mendidik
Baik dalam suka maupun duka
Guru di masa pandemic
Tetap bersemangat
Setiap hari membolak-balik buku
Terus mengakrabkan diri dengan teknologi
Pembelajaran jarak jauh tiada pernah jadi ersoalan
Pembelajaran tatap muka diupayakan dengan beragam hal
Kolabrasi keduanya
Karena corona adalah ujian bukan wabah pembawa sial
Guru di masa pandemic terus berjuang
Menata kembali wajah pendidikan yang buram
Memulihkan kembali wajah anak bangsayang sempat suram
Untuk kembali bersekolah, kembali menggapai cita-cita
Syurkur
Kemana-mana
Tak kenal panas maupun dingin
tempat untuk Harapan bertemu,
menimba ilmu dari guru , Sirna begitu saja
Namun, di masa yang sulit ini
Guru tetaplah seorang pahlawan
Guru Hadir di dalam layar laptop
Untuk menyampaikan ilmu pengetahuan
Ketika guru mendengar kata Study at home
Guru pun diam untuk Merenung dan berdoa
Dengan harapan hal ini cepat berlalu
yang tak ternilai harganya Secara online
Dengan bangga dan rasa syukur
Guru ingin berkata Terima kasih untuk segalanya
Baca: Mereka “Bukan Jembatan yang Berjalan”
Melindungi Lautan
Berenang dalam setiap kesempatan
Menjelajahi keindahan laut lepas
Berenang dengan bebas
Sambil menjaga keseimbangan lautan
Ikan ikan kau perhatikan
Kehidupan trumbu karang
Semua demi ketentraman
Segala mahluk dilautan
Kau jauhkan lautan dari segala bentuk perusakan
bom ikan kau jadikan larangan
keharmonisan alam berusaha kau ciptakan
bukti cintamu pada lautan
Selamat Pagi
Selamat pagi dunia
Sambut mentari dengan senyuman
Wujudkan cita-cita untuk masa depan
Terus berjalan walau penuh rintangan
Cita cita adalah sebuah pengharapan
Percayalah pasti semua ada jalan
Wujudkan cita cita
Siapkan diri untuk meraihnya
Jangan ada kata menyerah
Kalau kamu berusaha
Apapun yang terjadi
tentu kamu bisa
Tuhan
Terima kasih, Tuhan,
Atas hidup yang Kau berikan,
Atas indahnya sebuah Lingkungan,
Yang kau ciptakan lewat pemandangan.
Terima kasih, Tuhan,
Kuucapkan dengan penuh sadar,
Atas semua yang Kau persembahkan,
Atas segala pemberian dan kemurahan.
Terima kasih, Tuhan,
Tanpa-Mu, ini semua takkan ada,
Campur tangan-Mu memberi makna,
Bagi kami yang tak berdaya.
Ya Tuhan, jagalah Lingkungan indah ini,
Jauhi segala bencana
Berikan kami kesadaran dan kekuatan diri,
Untuk melestarikannya
Lingkungan Sekolah
Pagi tiba dengan sehat,
Ketika kaki sampai ke sekolah
Tak ada sampah,
lingkungan yang bersih
Ada rasa yang berbeda,
Setiap kali mata menatap sekitar,
lingkungan sekolah yang indah,
Bebas dari kotor dan sampah.
Belajar bersemangat,
Semua hati merasa sumringah,
Memulai belajar dengan semangat,
Senangnya, bisa belajar dengan sehat,
Memupuk diri dengan ilmu bermanfaat,
Untuk bekal dunia dan akhirat.
Terima kasih, sekolahku,
Lingkunganmu begitu menyentuh kalbu,
Pulang selamat,
Dengan membawa segenap Rahmat.
Tak sabar rasanya ingin kembali,
Menuntut ilmu ke sekolah lagi.
Baca: Menanti Kematian (Cerpen Sirilus Yekrianus)
Sahabatku
Layaknya lilin di tengah gulita
menyiramkan cahaya dalam kegelapan
Seperti mentari di pagi hari
menghantarkan sinar kehangatan
Bagaikan bintang yang mewarnai malam
yang tak membiarkan rembulan tanpa teman
membawa keceriaan dan kesetiaan
Sahabatku.....
Melalui hari-hari yang penuh liku
Berbagi kisah…
Tentang harapan yang hendak digapai di masa datang
sahabatku …
Kita bersama dalam suka maupun duka
Saling mengingatkan di tengah canda
Sahabatku …
Meski jarak membentang di antara kita
Tak kubiarkan meluluhkan benang kasih yang telah tercipta
Aku bangga mengenali semua sahabatku
Terima kasih untuk segalanya
Dan biarkanlah kisah kita terus terangkai
Kini, esok, dan sepanjang masa
Sukses
Sukses adalah tujuan kehidupan
Terkadang semua usaha kerja keras dilakukan
tidak sesuai harapan
Bukan berarti harus bermimpi langsung sukses
Banyak sekali batu loncatan
Yang jelas batu itu keras
Seperti kerasnya kehidupan sekarang
Harus pandai memaknai kehidupan
Jika ingin mengapai kesuksesan
Sukses harus ada usaha
Jika tak mau usaha maka tidak akan ada hasil
Sukses adalah tujuan utama bagi setiap orang
Semua orang berlomba lomba untuk mencapai nya
Kuatkan hati dan tetap berdoa
Tuhan itu maha adil tidak mungkin ia berpaling
jika kita terus berusaha
maka sukses adalah hadiahnya
Guru sejati
menghidupi diri dan keluarganya
hanya dengan harta yang halal semata
Mengambil segala hal yang diketahuinya
dengan sikap yang yakin
melakukan sesuatu yang jelas dan pasti
Mari kita syukuri kehidupan sederhana ini
dengan menikmati peran sebagai guru kehidupan
Guru yang dikenang ,guru yang dirindu
Guru yang menginspirasi tiada henti
Guru yang mulia dengan berkarya
Oh Tuhan
oh Tuhan…tak pernah kugapai langit
meski tanganku menjulur tinggi ke angkasa
tak mampu ku menusuk perut bumi
walau kaki ini selalu menghujam tanah
oh Tuhan…kusadari ketidak berdayaanku
aku hanyalah makhluk kecil yang tak ada Kuasa atas milik-Mu
berkali kali kulakukan keinginanku
berkali kali aku gagal atas tingkah lakuku
namunku tahu itu bukan ketidak adilan dari Mu
hanya sebuah rahasia besar yang telah Engkau cipta hanya untukku
tak pernah Engkau berikan langit
untuk menjagaku dari kesombongan dan keangkuhanku
tak juga Engkau biarkan ku menyelami perut bumi
agar ku tak tenggelam dalam kerendahan pikiranku
oh Tuhan…aku mohon bantu aku menjalani hidupku
menjagaku dari kedangkalan pikirku melindungiku dari nafsu kerdilku
melalui sisa-sisa hidup yang Engkau titipkan kepadaku
ku mohon jangan biarkanku meninggalkanMu
meninggalkan kasih dan cintaMu karna ku tak kan sanggup hidup
tanpaMu ,tanpa belas kasihMu
Kegagalan
Kamu menaruh besar sebuah harapan pada pundakmu
Terlalu berharap itu adalah jalanmu
Sakit hati karna tak sesuai anganmu
Merasa hancur sedalam dalamnya
Terasa hidup tiada artinya
Menangis sesal karena terpatahkan
Menangis sedih di hadapan Tuhan
Jalan mu mungkin tak sejalan denganya
Terkadang Tuhan mematahkan harapan
Agar kamu semakin kuat jalani kehidupan
Jalan Tuhan sudah pasti yang terbaik untukmu
Kamu harus bangkit dan bertahan
Pasti Tuhan memberi petunjuk
Hidup memang penuh teka teki
Jangan patah karna kamu pejuang sejati
Setiap kesuksesan pasti ada kegagalan
Jika ingin sukses pasti ada halangan
Kuatkan hati dan tetap berdoa
tuhan itu maha adil tidak mungkin ia berpaling
jika kita terus berusaha
maka sukses adalah hadiahnya
Waktu
waktu…bukan waktu yang tidak tepat datang
tapi selalu aku mengulur keterlambatan
sehingga lupa tugas dan kewajibanku
terhanyut tawaran indah
hingga aku terlambat mencapai tujuan.
Waktu...engkau tak sudi menanti
meski telah terjaga
karena, engkau bukanlah asmara
yang mudah tergoda dengan seulas senyum yang menawan.
engkau bukan manusia setia sebab cinta.
tak sudi menunggu walau lima menit saja
Waktu.....aku tidak jadi pemenang kehidupan.
saat merayap pada titian
tersentak hati ketika menyadari
aku sudah di ujung lenyapnya mentari.
aku kehabisan jatahku.waktu…
Cermin
Cermin,
kutatap bayanganku sendiri
perlahan kuraba wajah ini
kini aku telah senja
aku bukanlah kuncup mawar yang merekah lagi
aku tidak ranum lagi
Gadis kecil telah beranjak,
tua keriput,
dalam bayang cermin
berputar jam dinding
mengajak aku bergelut disisa menit ku
Aku ingin, bertaubat
kini aku bukan gadis lagi
semakin dekat aku kepada pangkuan-Nya
Kehidupan
Kehadiran ku terbalut darah
terkapar lemah mencecap
senyum mengecup
selamat datang jiwa
Di saat tangis memecah sunyi
memulai bakti kepada Ilahi
tiada keresahan merajai hati
menjalani hidup dikemudian hari
begitu jiwa telah merekah
Memberikan warna baru dalam kehidupan
tertatih aku mengejar langkah
tanpa suara; menggores kata
tanpa nada; melantunkan syair
tanpa arti; membaca alam
Terlupa aku; pada langkah pertama
tersedak aku; pada suapan pertama
terpukau aku; pada jamuan pertama
terlena aku; pada perjamuan malam pertama
berjalan tanpa bintang
Tersesat di padang gembala
mencoba mencecap; tapi pekat menyergap
duniaku berakhir sunyi bumi memelukku
derap langkah tak lagi berarah
meninggalkan jejak jejak kecil
penuh perjuangan merangkai mimpi
menutupi jiwa yang sunyi
berharap pengabdian diri
Kenangan
Aku ingin menyimpan
lembaran usang yang tertanam
sejak kali pertama aku hadir
dalam kolaborasi cerita anak manusia
Masa berputar
gugus berpendar
di hatiku
di hatimu
di hatinya
Setiap aku pandang
jarum jam berlarian
aku kehilangan!
huruf demi huruf
kata demi kata
pada naskah panjang yang harus kuselesaikan
mungkin,esok menjelang tanpa kata
Hidupku
Hidupku
adalah puisi terindah dari Yang Maha Kuasa.
Kau lihat setiap detiknya
adalah larik dan rima yang berbeda..
Hidupku
Simponi menakjubkan dari Sang Pencipta
setiap hela nafas
adalah nada dan ritme perjuangan
Hidupku adalah puisi,
simponi
kisah
jalan berliku yang penuh tawa dan air mata
hidupku adalah Jalanku
rekaman sejarah
yang mengalahkan perang dunia
yang ditulis oleh tinta
Hidupku ...
hadiah dari Tuhanku..
untuk dunia dan alam semesta
makhluk kecil yang sangat sederhana
yang tak berhenti bermimpi untuk sempurna
sebagai manusia
Baca: Antologi Puisi Fransiskus Ndejang, Salah Satunya: Indahnya Hidup Toleransi
Melihat Dunia
Langit…
Bumi….
Kembali menangis untuk kesekian kalinya.
merintih pilu,merana sendu,menjelma kelam.
mengaduk ombak,menoreh tinta nan merah jelita,
membasahi puing-puing keemasan,mengairi ladang-ladang
kehidupan yang hijau berwarna kering kecoklatan.
merangkul para anak-anak untuk melihat dunia,
menatap reformasi waktu,menepis ladang
Waktu…..
Semakin galau,semakin sempit,semakin menjadi-jadi.
tak puas menelan makhluk-makhluk kecil korban kebodohan
zaman.....
tertawa riang sembari menerpa rias wajah-wajah tak berdosa,
waktu….
dialah sang penguasa manusia,sang raja bagi budak-budak
mode,ideologis,dan pencetus hukum,atas nama keadilan.
Usia…penari profesional di kancah literatur bumi,perangai yang menjelma
putih ditelan mutiara kata manis,habis ditelan
waktu yang lapuk,lalu berevolusi menambah ramainya tanah-tanah
kosong diseberang sana.
Usia….
Dialah pembunuh yang handal,perampas ulung,dan penipu yang
lihai. Menambah semaraknya perebutan-perebutan hak asasi
manusia,atas nama demokrasi.
inilah hidup….
Kadang kau tak menyadari manisnya buaian waktu menari-nari
dipucuk ubun-ubunmu.
merebut singgasana usia yang sangat kau damba-dambakan
keawetannya.
Merampas kehidupan,dan perjalanan hidupmu.
mau kau apakan waktumu,mau kau bagaimanakan kehidupanmu,
kau kemanakan separuh usiamu.
Kaulah pelakunya,kau pulalah saksinya,kau pulalah yang
menjawabnya.
disini,dibawah langit dunia,kaulah jaksa,dan hakim agung atas
dirimu sendiri,penanggung jawab atas hidupmu sendiri.
Usia Senjaku
Di bilangan waktu usia senjaku
di kilapan sutra helaian rambutku yg abu-abu
yang akhirnya memutih menajamkan ketuaanku
di ukiran urat-urat halus kulit ariku
Di kaburnya untaian memori yang hilang satu demi satu
di serak paraunya nada-nada yg mengalir dari bibirku
dan pada terseoknya kaki yang gemetar dan kaku
Usia senjaku seakan menyentakkanku pada sang waktu
yang telah mencipta ratusan kisah suka ataupun duka
yang melaju…
Tak mungkin sekejap pun mau
berhenti dan mundur karena sesuatu
Usia senjaku mengingatkan aku pada detik detik kesadaranku
pada seribu penyesalanku
Pada lengahku di waktu waktu yang lalu
Usia senjaku dengan tubuh dan sisa umurku
aku bersujud pada-Mu
Baca: Seberkas Cinta Gadis Juita Dengan Seorang Seminaris (Cerpen Efrem Danggur)
Masa Depanku
Masa depanku, lihatlah !! Kapalku mulai merapat ke dermaga,
perlahan tanpa membelah samudera,
kapalku tanpa nakhoda,
membawaku berlayar mengejar harapan di masa depan . .
Masa depanku penuh pilihan,
akankah aku terus berlayar tanpa tujuan?
atau ku singgah di dermaga mencari kebenaran?
aku berharap di dermaga ada cahaya yg membimbingku
aku ingin hidupku tak hanya menunggu mati,
aku tak ingin senyumanku di dunia hanya jadi kenangan di akhirat
nanti,
Aku ingin petunjukMu menjadi nakhodaku . .
aku ingin masa depanku punya tujuan,
tak sekedar menunggu tenggelam
Oleh: Maria Goreti Ganul, S.Pd
Penulis adalah Guru Kepala SDI Waemata, Desa Gorontalo-Kec.Komodo, Manggarai Barat.