Oleh: Eugen Sardono, M.Fil
![]() |
Kontekstualisasi Mariologi Sosial Ala Gregorius Pasi SMM |
Maria adalah tokoh iman umat Kristiani. Kerendahan hati Maria membuat Allah jatuh cinta padanya. Sebagai seorang ibu rohani dan sosial. Apakah Maria hanya berhenti pada wilayah devosi? Apakah Maria dikungkung dalam doa saja? Hemat saya disertasi doktoral Mariolog Montfortan, dosen STFT Widya Sasana mencoba mengurai dengan bagus peran Maria sebagai ibu rohani yang berjiwa sosial.
Baca: 𝐌𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐀𝐝𝐯𝐞𝐧 𝐈𝐈𝐈: 𝐒𝐮𝐤𝐚𝐜𝐢𝐭𝐚, 𝐃𝐨𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐒𝐲𝐮𝐤𝐮𝐫
Kontekstualisasi Spirit Maria
Iman kepada Maria memampukan orang meniru model hidupnya. Hidup yang seluruhnya bergantung kepada Allah. Konsekuensi dari persatuan yang mesra dengan Allah membuat ia tidak menguburkan “rahmat” untuk dirinya sendiri, melainkan mewujudkan dalam kehidupan setiap hari.
Menjadi Bunda yang selalu bersyukur dengan terlibat dalam kehidupan sosial. membuat ia menjadi ibu yang sangat dikagumi. Ibu yang hadir dalam sejarah keselamatan. Ibu yang peka dengan kehidupan orang kecil. Ibu yang rela mengorbankan diri demi sesama. Pengorbanan terbesar Maria meninggalkan kesenangan diri demi melahirkan Sang Penebus yang akan menebus dosa manusia.
Baca: Mengapa Elia Harus Datang Dahulu? Begini Jawaban Yesus
Kerendahan Hati
Tidak ada satu pun manusia yang melebihi kerendahan hati Maria. Allah jatuh cinta kepadanya bukan karena ia perawan. Allah jatuh cinta pada orang yang rendah hati. Orang yang rendah hati sangat diterima dalam kehidupan sosial. Di tengah banyak orang merebut kuasa dan status quo, Maria memilih jalan kecil. Jalan kecil yang membuat ia menjadi besar.
Baca: Cukup Satu Kebaikan: Itulah Natal
Rekomendasi
Disertasi Rm. Dr. Gregorius Pasi perlu diterapkan dan disuarakan dalam katekese umat. Sehingga umat tidak memenjarakan aspek Maria hanya dalam devosi. Aspek Maria mesti digaungkan dalam kehidupan manusia.
Seperti halnya matahari yang tak pernah berhenti bersinar. Rahmat Allah terus mengalir dalam Maria.
Beranikah kita bersatu dengan Maria untuk mengalami Rahmat itu. Selamat mempersiapkan diri menuju masa natal.