Oleh: Stefanus Dampur, SVD*)
![]() |
Dinamika Rekoleksi Bulanan di Dekenat Larantuka (RD Stefanus) |
Prolog
Sebelum saya diutus oleh Tarekat/Kongregasi Sabda Allah (SVD) untuk berkarya di wilayah keuskupan Larantuka yaitu di Paroki "SAMARASA: SAnta MAria RAtu Semesta Alam" Hokeng pada awal Oktober tahun 2023, dinamika rekoleksi bulanan Dekenat Larantuka sudah "begitu memang". Oleh karena itu, kini, nyaris dua (2) tahun berkarya, saya baru "menyempatkan diri" untuk mendokumentasikannya lewat tulisan sederhana ini.
Baca: Bunda Maria “Dibuang” Ke Tong Sampah Adalah Manipulasi Ayat Kitab Suci!
Dinamika Rekoleksi Bulanan Dekenat Larantuka (DEKLAR)
Rekoleksi bulanan Dekenat Larantuka biasanya dilaksanakan pada Minggu kedua pada hari Selasa dan Ditutup pada hari Kamis.
Pertama, Rekoleksi Hari Selasa Sore
Pada hari Selasa kedua dalam Minggu, pada sore hari, tepatnya, pukul 17.00 WITA (jam 5 sore), dilaksanakan Ibadat dan Renungan yang dibawakan oleh seorang Romo atau Pater yang bertugas. Penugasan seorang Pater atau Romo yang membawakan ibadat dan renungan tematis ini disepakati pada rekoleksi bulan Desember tahun sebelumnya untuk jadwal rekoleksi tahun depan. Paling lambat, pembagian tugas ini dilaksanakan pada rekoleksi bulan Januari pada tahun berjalan. Romo Deken amat demokratis, menanyakan pendapat para Romo, Pater, Bruder dan Frater terkait siapa yang bertugas sesuai dengan tema yang disepakati bersama juga sesuai dengan Program Kerja tahun berjalan tingkat Keuskupan, KWi dan Gereja Universal.
Ada begitu banyak renungan para Romo dan Pater ini yang sangat bernas dan layak untuk dipublikasikan serta didokumentasikan.
Usai renungan, masing-masing peserta merefleksikan poin-poin penting yang ditegaskan dalam renungan.
Pada pukul 18.00 WITA (Jam 6 sore) dilaksanakan kegiatan Adorasi atau Salve atau Penyembahan Sakramen Mahakudus di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka hingga selesai.
Selanjutnya peserta rekoleksi menikmati santap malam bersama di kamar makan DEKLAR (DEKenat LARantuka).
Kegiatan selanjutnya ialah Doa malam bersama di Kapela Dekenat Larantuka. Ketika selesai menyanyikan lagu Salve Regina, para Romo, Pater, Frater dan Bruder peserta rekoleksi boleh membuat group untuk rekreasi dan ada pula yang kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat malam.
Kedua, Hari Rabu, Hari Kedua Rekoleksi
Kami membuka hari Rabu ini dengan urusan pribadi dan dilanjutkan dengan ibadat pribadi. Usai melaksanakan ibadah kami menikmati sarapan pagi. Waktunya sekitar 30 menit.
Baca: Semangat Memberi Tanpa Pamrih, Romo Jhon Sumbangkan 100 Sak Semen Bangun Kapela Stasi Wae Cepang
Pada pukul 08.00 WITA semua peserta rekoleksi sudah mesti berada di ruang pertemuan Pastoral yang dipandu oleh seorang Moderator yang sudah ditentukan. Kami mengikuti presentasi dari tim komisi, lembaga dan dari pakar tertentu sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan secara rapi. Durasinya sekitar dua (2) jam, pukul 08.00-10.00 WITA. Setelah berdinamika selama sekitar dua jam atau lebih, nampaknya kami perlu "memanjakan usus" dengan turun "mengopi" dan aktivitas yang setara dengan "relaksasi".
Pada pukul 10.30-12.30 WITA biasanya diisi dengan Varia Pastoral dan Informasi Penting yang disampaikan oleh Romo Deken atau Pihak Keuskupan yang kiranya dianggap urgent (penting dan mendesak) untuk disampaikan dan diketahui oleh para pastor, Frater dan Bruder yang berkarya di Dekenat Larantuka. Hal ini penting untuk menjaga sinergitas, menyamakan persepsi dan menjauhkan setiap dikotomi yang terjadi dalam karya pelayanan pastoral di tengah umat.
Dalam sesi ini, biasanya ada banyak tanya-jawab, diskusi bahkan debat yang menjadi media untuk mencari solusi terbaik dari setiap persoalan dan kemelut yang terjadi di Medan karya.
Selanjutnya, pada pukul 12.30-13.00 WITA, pihak UNIO (Wadah Persekutuan para Romo Keuskupan) dan Kongregasi atau "Coventu" atau orang biara, melaksanakan pertemuan terpisah (baca: internos) sesuai dengan agenda yang telah disepakati masing-masing pihak. Biasanya lokasi pertemuanpun dipisahkan.
Dalam agenda pertemuan terpisah ini, biasanya pihak SVD membicarakan hal-hal antara lain: Informasi Hasil Keputusan Pertemuan Pimpinan, Pelbagai Surat Keputusan Terbaru, Issue-issue penting, laporan keuangan, syering Pastoral Konfrater, cek bersama program Tarekat, Provinsi juga Distrik SVD Larantuka-Lembata, Laporan Keuangan, Progress Report juga pelbagai Varia Pastoral dalam lingkup SVD Distrik Larantuka-Lembata. Biasanya, Rektor dan Ekonom yang mengaturnya.
Ketika lonceng dibunyikan pada pukul 13.00 WITA, maka pertemuanpun ditutup dan dilanjutkan dengan acara santap siang bersama. Dalam santap siang bersama itu, terjadi suasana keakraban dan persaudaraan yang kentara. Komunikasipun berjalan dengan baik. Usai santap siang bersama ada kegiatan privat hingga istirahat siang dan ada peserta rekoleksi yang "turun" ke pertokoan jugake kantor keuskupan untuk belanja atau membeli kebutuhan paroki seperti anggur misa, hosti dan pelbagai kebutuhan mendesak lainnya. Waktu yang disediakan sekitar tiga jam (pukul 14.00-17.00 WITA). Diharapkan, tidak ada peserta rekoleksi yang "pulang duluan" karena misa penutupan rekoleksi baru terjadi pada pukul 18.00 WITA (Jam 6 sore nanti). Setelah perayaan Ekaristi, kami melanjutkan dengan santap malam dan rekreasi bersama. Dalam kesempatan rekreasi ada yang bermain kartu, ada yang mengolah vokal, ada yang syering kehidupan dan pengalaman Pastoral untuk saling meneguhkan satu sama lain. Pada pukul 22.00 WITA (Jam 10 malam) kami beristirahat.
Ketiga, Dinamika Hari Kamis
Pada hari rekoleksi terakhir, kami misa pagi bersama umat di Paroki Katedral Larantuka sekitar pukul 05.30 WITA. Biasanya dipimpin oleh Pastor yang bekerja di Paroki Katedral. Umat di Katedral begitu banyak yang menghadiri misa pagi. Sungguh luar biasa melihat kenyataan menggembirakan ini. Meskipun mereka orang kota dengan seribu satu macam kesibukan tetapi toh mereka tidak melupakan Tuhan dalam kehidupan. Ini inspirasi yang menyemangati penulis juga untuk tetap menghadirkan "aura kebaikan" dalam kehidupan bahwasanya sebagai orang beriman, kita bersyukur kepada Tuhan Allah atas segala berkat yang dianugerahkan-Nya kepada kita setiap hari. Sadar selalu bahwa ketika kita bangun tiap hari dengan napas yang masih kita rasakan, itu merupakan rahmat terbesar yang kita terima dari Allah. Maka, sebelum memulai aktivitas, baiklah kita menimba kekuatan dari Allah untuk menghadapi setiap dinamika kehidupan kita.
Baca: Duc in Altum: Semakin Mengimani Allah dan Menghargai Manusia dalam Panggilan Perutusan"
Sepulang dari Gereja Katedral Larantuka, kami menuju kamar makan "DEKLAR" untuk menikmati sarapan pagi yang telah disiapkan. Sungguh "tegukan pertama kopi di kamar makan itu menentukan seluruh hari kami". Ya, sungguh. Tiap tegukan kopi yang diminum secara sadar dan penuh syukur adalah energi baru yang menguatkan.
Setelah menikmati sarapan pagi pada hari Kamis, kami mesti siapkan diri dan mengemas barang milik kami untuk kembali ke Medan Pelayanan Pastoral. Tujuan pelayanan pastoral yang paling utama dan terpenting ialah memuliakan nama Tuhan dan membawakan keselamatan kepada umat yang kami layani.
Epilog
Demikianlah ringkasan dinamika rekoleksi bulanan Dekenat Larantuka yang saya dokumentasikan untuk kepentingan saya sendiri dan juga untuk Konfrater SVD dan para pihak yang sudah, sedang dan akan mengabdikan diri untuk Allah dan umat-Nya jika berkarya di Dekenat Larantuka. Semoga bermanfaat banyak.
Salam DEI VERBUM.
*) Penulis adalah warga tertahbis Dekenat Larantuka yang berdomisili di wilayah pengungsian karena Pastoran Paroki Hokeng masih masuk dalam kategori Kawasan Rawan Bencana (KRB) dan masuk dalam "Zona Merah Berat" terkait Erupsi dan Letusan Gunung Berapi Lewotobi Lelaki yang terletak dekat dengan Paroki Hokeng tersebut.